
Sanggau – Metro one News.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau menggelar pertemuan evaluasi kelompok kerja operasional (Pokjanal), Selasa (2/12/2025). Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sanggau, Stepanus Jonedi menyampaikan, Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk mentransformasi sistem kesehatan Indonesia, salah satunya fokus pada layanan primer sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan masyarakat sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan.
Dilihat asil RPJMN Bidang Kesehatan tahun 2025 – 2029 berfokus “Kesehatan untuk Semua ,dengan target peningkatan status Kesehatan masyarakat, terutama melalui penguatan layanan Kesehatan primer, pencegahan penyakit (termasuk stunting), dan peningkatan gizi seumur hidup,” papar Stepanus Jonedi.
Iklan dengan lima tujuan( 5) guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan lima strategi utama yaitu, peningkatan kesehatan dan gizi berbasis siklus hidup, pencegahan dan penurunan stunting, pelayanan kesehatan dan gizi yang lebih merata, pemeriksaaan kesehatan gratis hingga penguatan layanan dan tata kelola kesehatan. Dijelaskannya, kebijakan pembangunan kesehatan menitik beratkan pada pendekatan upaya preventif, promotif dan pemberdayaan Masyarakat dengan menumbuh kembangkan pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan merupakan bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM).
“Guna mendukung implementasi transformasi layanan primer sampai ke tingkat masyarakat, Posyandu nantinya akan dapat memenuhi kebutuhan layanan dasar bagi sasaran seluruh siklus hidup. Posyandu aktif sebagai ukuran keberhasilan Posyandu dalam RPJMN tahun 2025-2029 ditargetkan Posyandu aktif mencapai 75 persen,”paparnya.
Dalam pelatihan Bersinergi melalui Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu harus dilakukan untuk mencapai target Posyandu aktif. Pembinaan ini dimulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga Pokja Posyandu sampai ketingkat desa.
Iklan
“Pembinaan kelembagaan Posyandu diberikan oleh Kemendagri, Dinas PMD, Camat dan Kades. Pembinaan teknis Posyandu diberikan oleh masing-masing sektor salah satunya kesehatan,” paparnya.
Ia menambahkan, peningkatan pengetahuan kader dapat dilakukan dengan gencar memberikan pelatihan dan pelatihan kepada kader Posyandu layanan primer yang melayani siklus hidup. Upaya ini diperkuat dengan pengaktifan Pokjanal Posyandu secara sinergi melalui pembinaan yang berjenjang dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan.
“Selain itu perlu dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, lintas sektoral yang terkait dengan Tim Pembina Posyandu agar tercapainya Posyandu aktif siklus hidup, salah satunya dengan aktif melakukan monitoring dan evaluasi dari pelaksanaan kegiatan yang sudah dilaksanakan,”Tutupnya.
(Hari)
